cover

cover

Saturday, May 14, 2016

Baik Tapi Jahat

Manusia diciptakan memiliki dua sisi yang berbeda di dalam dirinya. Disadari ataupun tidaknya karakter itu akan muncul disetiap harinya. Kita bisa menilai orang dari luarnya, namun kita tidak sepenuhnya benar jika menilai orang dari kepribadiannya. Terkadang kita melihat sosok malaikat pada orang lain, namun apakah kamu yakin dia benar benar baik (?). hmmm coba lihat bukan dengan matamu, coba niali dia dengan hatimu... Satu hal yang tidak dapat dipungkiri yaitu, jika kita menggunakan hati dan intuisi yang kita punya, kita akan lebih mudah mengenal dan menilai karakter orang. Di cerita kali ini aku akan berbicara tentang kepribadian orang yang bertolak belakang. Kenapa aku mengangkat tema seperti itu ???. Jawabannya yaitu, di lingkungan aku yang sekarang aku banyak menemukan beberapa karakter yang berbeda dengan out look_nya. 
Mungkin bisa dimulai dari karakter yang satu ini ya.... Eumm,, kalian pernah punya temen yang baik banget ga ?. Pasti pernah dong.. pasti kalian pengen deket dengan orang yang kayak gitu kan ?, iya kan???. nah, aku juga dulu berpikir seperti itu. awalnya aku mulai mendekatinya, kali aja aku ketularan baiknya wkwkw. semakin hari, semakin dekat hubungan pertemanan kita. Tapi semua berubah ketika ada masalah muncul sebagai penyadar aku bahwa dia bukanlah orang yang benar benar baik. Kenapa aku bisa bilang kalo dia bukan pribadi yang benar benar baik?. ya, mungkin hanya beberapa orang yang tau kepribadian dia yang asli. Soalnya, dia kalo di teman teman yang lain, dia ingin keliatan baik. tapi kalo sama temen temen deketnya dia sangat ga baik. kenapa demikian? karena dia terlalu kasar dan tidak mengHARGAi temannya sendiri. Karakter seperti itu biasanya aku sebut "Polos Polos Bangsat"
Bicara tenang polos polos bangsat, hmm aku disini engga menyindiri pribadi tertentu loh ya, kalo ngerasa sendiri sih bukan tanggungan aku yah... kalian pernah dengar kata ini ga, ada sebab ada akibat. ada aksi, ada reaksi. nah, itu pula yang akan bertuah pada penyulut api. aku bisa bicara sperti itu karena aku cuma ingin menyadarkan pada orang orang yang berkepribadian polos polos bangsat untuk sadar bahwa apa yang dilakukan itu salah. Mungkin mereka pikir dengan keliatan baik di depan orang lain akan berdampak baik bagi dirinya. iya sih, berdampak baik tapi bentar doang. Karena yang kalian lakuin itu bukan hal yang berkat. Disaat teman teman yang di dekat kamu, teman teman yang berjuang bersama kamu, teman teman yang ada disaat kamu terjatuh, teman teman yang menerima kamu saat kamu sendiri, kamu perlakukan dengan buruk, kamu perlakukan dengan tidak pantas. lalu siapa yang akan menerima kamu lagi??,, siapa yang akan menemani kamu ???.... okay, mungkin kamu pikir jika bertidak sok baik didepan orang akan menaikan derajat kamu dan suatu saat jika kamu udah ga bersama teman dekat kamu. kamu bisa dekat dengan orang yang memuji kamu itu kan ?. tapi perlu kalian ketahui, jika temen yang dekat sama kamu saja menjauhi kamu, apa lagi teman temen yang ga deket dengan kamu. Mungkin akhirnya juga akan sama dengan orang orang yang kamu kecewakan. 
Terkadang aku pribadi merasa kecewa saat ada temen dekat aku yang berbuat tidak pantas dengan aku dan orang orang sekeliling aku, kenapa bisa demikian ?, ibarat piring yang pecah, mungkin bisa di rekatkan kembali. namun bekas kecahan itu masih ada. ibarat tali yang putus, dan di ikat agar kembali menyatu, pasti ada bekas ikatannya. hal itu pula yang terjadi pada aku, ketika aku dikecewakan oleh ornag terdekat aku, maka rasanya akan membekas. dan bekas itu mungkin akan lebih lama dibanding orang biasa yang melakukannya kepada aku. Rasa kecewa itu pasti ada dan masih ada, namun sebagai teman mu, aku akan mencoba memperbaiki pribadi kamu dengan sikapku. tapi jika kamu masih berkehendak lain, apa boleh buat. aku bersama teman teman dekat yang kamu kecewakan akan bersatu, dan pergi meninggalkan kamu. Mungkin tingkat kekecewaan kita sudah mencapai batas maksimal. Tolong Tuhan, kembalikan pribadi dia yang dulu, kami ga perlu kemunafikan dia ya Tuhan. 
Semoga saja banyak yang baca cerita ini, dan semoga banyak yang tersadarkan dengan adanya cerita ini. amin...


Aldo Resawidjaya

Sunday, May 1, 2016

Cinta Terlihat Bodoh

Mungkin setiap orang pernah merasakan apa itu cinta, namun apakah kalian yakin bila yang kalian rasakan itu benar benar cinta (?). Semua itu akan terjawab bila sudah terjadi, dan dapat dilihat hasil akhirnya nanti. Aku mungkin sudah beberapa kali merasakan cinta, namun aku juga sering memperhatikan sekitar aku. Bagaimana cara merka memperlakukan cinta. ketika aku melihat mereka, aku jadi semakin tidak mengerti apa arti sebenarnya dari cinta. Banyak orang bilang bila cinta itu perasaan tulus yang tumbuh dari hari kita. Apakah itu benar ? Menururtku tidak demikian adanya. Ketika aku melihat mereka yang sedang dibuai oleh cinta, aku melihat mereka banyak melakukan hal yang sia sia. Ya, hal sia sia. Hal yang pernah aku lihat dari pengalaman teman aku akan aku ceritakan disini. 
Pernah suatu hari, ada seorang pria yang masih lugu akan cinta. aku tak mengerti kenapa masih ada orang seperti itu sekarang. Ketika dia dipertemukan dengan sosok wanita yang bisa membuat dia nyaman, dia berpikir bahwa wanita tadi lah cinta sejatinya. tapi, apa nyatanya (?) cintanya hanya perbuatan yang sia sia. Wanita yang dia cintai ternyata telah memiliki pendamping. Ini bukan salah pria tadi, namun juga bukan salah wanitanya juga. Awal mereka bisa dekat yaitu saat sang pria mulai ada waktu yang intens bersama wanita tersebut. Entah sang pira yang Gede Rasa atau sang wanita yang mencoba mencari keuntungan dari kelemahan cinta. Pada saat itu, sang pira sangat dibutakan oleh cinta. Okay, memang cinta butuh pengorbanan tapi akankah benar pengorbanannya jika berkahir dengan luka. 
Waktu itu, sang pria menyatakan cintanya kepada wanita tersebut. Dan apa jawaban dari wanita tersebut ? yap. cinta itu tanapa ada balasan. Cinta satu arah yang dirasakan oleh pria tersebut bebuah buruk dan sakit bagi sang pria. rasa cinta yang awalnya mau melakukan apapun demi sang wanita kini berubah menjadi benci yang tiada tara. Yang dulu sering di depan pintu saat hujan demi menunggu sang wanita untuk keluar bersama, kini jangankan untuk bertegur sapa, untuk bertatap muka saja sang pria tidak ada waktu untuk itu.
Jadi, mungkin yang dirasakan oleh sang pria tersebut bukanlah cinta yang sebenarnya, mungkin cinta satu arah yang dirasakan akan berbuah luka baginya jika dia tidak berpikir kedepan tentang apa yang dirasakan oleh sang wanita. Jangan bertindak bodoh demi cinta, karena tiada cinta sejati yang membuat bodoh pasangannya.


Aldo Resawidjaya