Manusia diciptakan memiliki dua sisi yang berbeda di dalam dirinya. Disadari ataupun tidaknya karakter itu akan muncul disetiap harinya. Kita bisa menilai orang dari luarnya, namun kita tidak sepenuhnya benar jika menilai orang dari kepribadiannya. Terkadang kita melihat sosok malaikat pada orang lain, namun apakah kamu yakin dia benar benar baik (?). hmmm coba lihat bukan dengan matamu, coba niali dia dengan hatimu... Satu hal yang tidak dapat dipungkiri yaitu, jika kita menggunakan hati dan intuisi yang kita punya, kita akan lebih mudah mengenal dan menilai karakter orang. Di cerita kali ini aku akan berbicara tentang kepribadian orang yang bertolak belakang. Kenapa aku mengangkat tema seperti itu ???. Jawabannya yaitu, di lingkungan aku yang sekarang aku banyak menemukan beberapa karakter yang berbeda dengan out look_nya.
Mungkin bisa dimulai dari karakter yang satu ini ya.... Eumm,, kalian pernah punya temen yang baik banget ga ?. Pasti pernah dong.. pasti kalian pengen deket dengan orang yang kayak gitu kan ?, iya kan???. nah, aku juga dulu berpikir seperti itu. awalnya aku mulai mendekatinya, kali aja aku ketularan baiknya wkwkw. semakin hari, semakin dekat hubungan pertemanan kita. Tapi semua berubah ketika ada masalah muncul sebagai penyadar aku bahwa dia bukanlah orang yang benar benar baik. Kenapa aku bisa bilang kalo dia bukan pribadi yang benar benar baik?. ya, mungkin hanya beberapa orang yang tau kepribadian dia yang asli. Soalnya, dia kalo di teman teman yang lain, dia ingin keliatan baik. tapi kalo sama temen temen deketnya dia sangat ga baik. kenapa demikian? karena dia terlalu kasar dan tidak mengHARGAi temannya sendiri. Karakter seperti itu biasanya aku sebut "Polos Polos Bangsat"
Bicara tenang polos polos bangsat, hmm aku disini engga menyindiri pribadi tertentu loh ya, kalo ngerasa sendiri sih bukan tanggungan aku yah... kalian pernah dengar kata ini ga, ada sebab ada akibat. ada aksi, ada reaksi. nah, itu pula yang akan bertuah pada penyulut api. aku bisa bicara sperti itu karena aku cuma ingin menyadarkan pada orang orang yang berkepribadian polos polos bangsat untuk sadar bahwa apa yang dilakukan itu salah. Mungkin mereka pikir dengan keliatan baik di depan orang lain akan berdampak baik bagi dirinya. iya sih, berdampak baik tapi bentar doang. Karena yang kalian lakuin itu bukan hal yang berkat. Disaat teman teman yang di dekat kamu, teman teman yang berjuang bersama kamu, teman teman yang ada disaat kamu terjatuh, teman teman yang menerima kamu saat kamu sendiri, kamu perlakukan dengan buruk, kamu perlakukan dengan tidak pantas. lalu siapa yang akan menerima kamu lagi??,, siapa yang akan menemani kamu ???.... okay, mungkin kamu pikir jika bertidak sok baik didepan orang akan menaikan derajat kamu dan suatu saat jika kamu udah ga bersama teman dekat kamu. kamu bisa dekat dengan orang yang memuji kamu itu kan ?. tapi perlu kalian ketahui, jika temen yang dekat sama kamu saja menjauhi kamu, apa lagi teman temen yang ga deket dengan kamu. Mungkin akhirnya juga akan sama dengan orang orang yang kamu kecewakan.
Terkadang aku pribadi merasa kecewa saat ada temen dekat aku yang berbuat tidak pantas dengan aku dan orang orang sekeliling aku, kenapa bisa demikian ?, ibarat piring yang pecah, mungkin bisa di rekatkan kembali. namun bekas kecahan itu masih ada. ibarat tali yang putus, dan di ikat agar kembali menyatu, pasti ada bekas ikatannya. hal itu pula yang terjadi pada aku, ketika aku dikecewakan oleh ornag terdekat aku, maka rasanya akan membekas. dan bekas itu mungkin akan lebih lama dibanding orang biasa yang melakukannya kepada aku. Rasa kecewa itu pasti ada dan masih ada, namun sebagai teman mu, aku akan mencoba memperbaiki pribadi kamu dengan sikapku. tapi jika kamu masih berkehendak lain, apa boleh buat. aku bersama teman teman dekat yang kamu kecewakan akan bersatu, dan pergi meninggalkan kamu. Mungkin tingkat kekecewaan kita sudah mencapai batas maksimal. Tolong Tuhan, kembalikan pribadi dia yang dulu, kami ga perlu kemunafikan dia ya Tuhan.
Semoga saja banyak yang baca cerita ini, dan semoga banyak yang tersadarkan dengan adanya cerita ini. amin...
Aldo Resawidjaya
No comments:
Post a Comment